Olahraga Pemanasan

Mati Mendadak Saat Berolahraga, Mengapa?

Sudden death atau mati mendadak, itulah yang dialami pelawak kenamaan
Basuki, 12 Desember lalu. Pemilik nama lengkap H. Agus Basuki bin
Suwito Hadiwiryono, yang lahir 5 Maret 1956 silam ini meninggal saat
tengah bermain futsal di Gedung MS Futsal, Cibubur, Jakarta Timur.

Menurut Margono, rekan sepermainannya, Mas Karyo, begitu ia kerap
disapa, oleh dokter dinyatakan meninggal akibat serangan jantung. Sugi,
saksi mata sekaligus karyawan MS Futsal menyebutkan, bapak tiga anak
dan kakek satu cucu ini kebetulan bermain tanpa pemanasan terlebih
dahulu.

“Almarhum datang terlambat, dan baru bergabung di lapangan sekitar
pukul 18.30. Permainan sudah berlangsung sejak pukul 18.00. Sekitar 15
menit sejak masuk ke lapangan tiba-tiba dia terjatuh di dekat papan
skor. Rekan-rekannya langsung memberikan pertolongan. Saat itu
terdengar napasnya seperti mendengkur,” tutur Sugi dalam sebuah
wawancara.

Setelah diberikan napas buatan, almarhum dilarikan ke RS Melia,
Cibubur. Namun, jiwa tokoh pencetus ungkapan wes hewes hewes, bablas
angine ini tak tertolong. Ia meninggal.

Sebetulnya olahraga sangat penting untuk kesehatan jantung. Menurut Dr.
Michael Triangto, Sp.KO, olahraga bermanfaat antara lain untuk
menguatkan otot, tulang, jantung, dan paru-paru, serta melancarkan
peredaran darah.Lalu, mengapa orang justru meninggal mendadak saat
sedang berolahraga? Adakah olahraga tertentu yang membahayakan
kesehatan? Olahraga apa saja yang baik untuk kesehatan jantung?

Menurut Kepala Departemen Kedokteran Olahraga PB PBSI (Persatuan
Bulutangkis Seluruh Indonesia) ini, jenis olahraga yang dianjurkan
untuk memelihara kesehatan bukan olahraga prestasi atau yang sifatnya
permainan, seperti bulutangkis, tenis, sepakbola, ataupun futsal.
“Olahraga yang sifatnya permainan tidak dianjurkan karena temponya bisa
tiba-tiba cepat atau tiba-tiba melambat,” ujarnya.

Banyak kejadian meninggal saat melakukan olahraga prestasi, terutama
pada mereka yang memillki risiko tinggi mengalami gangguan jantung.
“Terutama jika umur sudah di atas 50 tahun,” katanya.

Untuk menghindari musibah tersebut, Dr. Michael menganjurkan mereka
yang berisiko mengalami gangguan jantung memilih olahraga jenis aerobik
saja. Jalan cepat, joging, berenang, bersepeda, dayung, atau senam
jantung sehat tidak membahayakan kerja jantung.

Olahraga jenis aerobik dianjurkan karena memacu kerja jantung secara
bertahap. Pengertiannya, olahraga jenis ini memacu jantung untuk
mengambil oksigen sebanyak-banyaknya guna memenuhi kebutuhan oksigen ke
seluruh tubuh.

Minimal olahraga ini dilakukan 15-30 menit secara rutin tiga kali
sepekan, dalam hari yang tidak berurutan. Hal ini untuk meningkatkan
kebugaran. Menghindari lift, lalu naik tangga juga termasuk olahraga
aerobik. Parkir mobil di tempat yang jauh dari pintu masuk, lalu
berjalan, juga sangat dianjurkan.

Bahaya di Atas 30

Mereka yang tidak terbiasa berolahraga, sebaiknya mengecek kondisi
kesehatannya terlebih dulu sebelum ikut olahraga permainan. Walau
terlihat sepele, hal ini harus dilakukan agar tidak fatal akibatnya.

Kematian mendadak sesaat setelah melakukan olahraga permainan terjadi
karena tubuh tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik yang berat.
“Olahraga futsal, seperti yang dilakukan almarhum Basuki, termasuk
dalam kategori aktivitas fisik berat. Bisa saja dia sudah mengalami
kelainan pada jantung, sehingga aktivitas fisik berat tersebut menambah
beban pada jantungnya,” ujar Dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO, redaktur
ahli Gaya Hidup Sehat.

Bila hendak melakukan olahraga permainan, cek dahulu kesehatan atau
kondisi tubuh. “Jangan melakukannya secara mendadak, padahal kita tidak
tahu kondisi tubuh,” kata dokter senior di bidang kesehatan olahraga
ini.

Selain itu, juga ada kemungkinan kebiasaan yang kurang menguntungkan.
Contohnya, malam sebelum melakukan olahraga permainan tersebut, tidur
terlalu larut atau memiliki kebiasaan jelek seperti merokok.

Langkah lain yang juga harus dilakukan sebelum melakukan olahraga
permainan, terlebih pada mereka yang jarang atau sama sekali tidak
pernah berolahraga, tentu saja dengan berlatih sedikit demi sedikit.
Perubahan mendadak untuk badan yang tidak terlatih dengan baik malah
bisa membahayakan.

Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki kebiasaan jalan kaki setiap pagi
dan kemudian bermain olahraga permainan, tentu saja tidak menjadi
masalah. Sebab, kondisi jantungnya sudah terbiasa dengan latihan rutin.

“Hal penting yang perlu diingat adalah tidak melupakan pemanasan.
Pemanasan itu sangat diperlukan,” kat Dr. Sadoso. Pemanasan bukan hanya
untuk olahraga permainan, tetapi setiap akan
melakukan olahraga apapun.Kalaupun kurang pemanasan dan kondisi tubuh
baik-baik saja, dalam arti tidak memiliki gangguan penyakit, tidak
berakibat terlalu fatal, mungkin pingsan. Namun, akan menjadi fatal
bila ada penyebab lain yang menyertai.

Menurut Dr. Sadoso, “Sebenarnya tidak terlalu masalah bila mereka yang
berusia di atas 30 tahun melakukan olahraga permainan kalau kondisi
tubuhnya baik, kesehatan jantungnya juga baik, istirahat cukup.

Dengan kata lain, baru mau melakukan olahraga permainan ketika usia
sudah di atas 30 tahun, dan jantung tidak terlatih, sebaiknya berpikir
berulang-ulang kalau tidak mau mati mendadak.

Olahraga yang CocokBerbagai penelitian memperlihatkan bahwa olahraga
teratur dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
Olahraga bersifat aerobik cenderung memberi keuntungan besar, tetapi
beberapa di antaranya, seperti berlari, sering terlalu berat untuk
persendian bagi orang yang mulai usia lanjut.

Ada beberapa jenis olahraga yang menguntungkan dan tidak terlalu sulit
dilakukan orang lanjut usia. Meski begitu, Anda tetap harus minta
petunjuk dokter sebelum menjalankan program
olahraga.

* Renang adalah jenis olahraga yang paling lengkap.
Olahraga ini menggerakkan semua otot tubuh dan jarang menyebabkan luka
karena tidak membebani persendian.
* Aqua aerobics adalah aktivitas tanpa tekanan yang bersifat
menyenangkan.
Jenis olahraga ini seperti olahraga aerobik low impact yang
menguntungkan seluruh bagian tubuh.
* Jalan adalah olahraga semua kelompok umur dan merupakan aktivitas
sosial yang bersifat low impact.
Anda dapat mengobrol dengan teman-teman selagi berolahraga. Jalan cepat
dapat membakar kalori per kilometer yang kira-kira sama jumlahnya
dengan kalori yang terbuang bila Anda lari.
* Latihan kekuatan membantu mempertahankan postur tubuh dan rasa
keseimbangan.
Jenis olahraga ini penting untuk orang lanjut usia.
* Latihan kelenturan merupakan latihan penting untuk orang lanjut usia.
Latihan ini membuat sendi lentur dan membantu menghilangkan efek akibat
serangan artritis.
* Yoga merupakan latihan kedisiplinan yang sudah ada sejak lama.
Latihan ini dapat membangun kelenturan, stamina, dan pengontrolan
napas, sering disebut The Fountain of Youth.
* Taichi, olahraga bela diri dari Cina, dapat memperbaiki keseimbaingan
dan koordinasi.
Latihan ini juga membangun kekuatan otot untuk memperbaiki kontrol
motorik dan postur tubuh. Latihan ini memberi efek menenangkan bagi
pikiran.

Pentingnya Pemanasan

Pemanasan sebelum olahraga diperlukan untuk mengurangi risiko cedera.
Dengan pemanasan, tubuh siap berolahraga. Pemanasan akan meningkatkan
aliran darah di sekujur tubuh. Ini artinya otot-otot tubuh dapat
bergerak lebih mudah.

Pemanasan sebaiknya mencakup aktivitas fisik ringan. Pastikan Anda
melakukan pemanasan bagi otot sebelum berolahraga. Contohnya, kalau
Anda seorang pelari, beri pemanasan yang cukup pada otot kaki.

Ada beberapa tip melakukan pemanasan:

* Lakukan gerakan ringan selama 1-5 menit
.* Anda bisa melakukan jalan santai atau joging. Ini menjadi cara yang
baik untuk memanaskan otot dan mempersiapkan tubuh untuk berolahraga.
* Pastikan pula Anda melakukan peregangan sebagai bagian dari
pemanasan, terutama bila Anda berolahraga intensif atau dengan
kecepatan tinggi.
* Jangan lupa lakukan pendinginan usai berolahraga dengan peregangan
lagi. Juga lakukan aktivitas ringan seperti berjalan.

Yang penting sebelum melakukan olahraga permainan:

* Setiap orang harus mengetahui kondisi tubuhnya.
* Lebih baik berlatih sebelum bertanding.
* Jangan lupa siapkan fisik dengan tidur cukup. Tidur hanya dua jam
lalu ikut olahraga permainan. bisa membahayakan keselamatan diri.

Sumber: Senior

Regards,
Gersom Nainggolan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: