Liga Spanyol

Piala Raja Spanyol
Sejarah Memihak Real Madrid

Madrid – Kekalahaan 1-6 dari Real Zaragoza dalam semifinal pertama Piala Raja Spanyol (Copa del Rey), pekan lalu, menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Kendati kalah telak, “El Real” tetap ambisius bisa membalik keadaan pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Selasa (14/2) malam.
“Hanya para pengecut yang mengatakan semuanya sudah berakhir. Kami masih memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menang. Zaragoza bisa menang besar, saya yakin kami juga bisa melakukannya,” kata pelatih Real, Juan Ramon Lopez Caro, beberapa saat setelah kekalahan memalukan itu.
Pertahanan “Les Merenges” luluh lantak dihancurkan duet maut Zaragoza, Diego Milito (Argentina) dan Ewerthon (Brasil). Milito melesakkan empat gol dan Ewerthon dua kali menggetarkan jala Real.
Kekalahan telak itu memperkecil peluang Real Madrid menembus partai final karena harus menang setidaknya 5-0 dalam leg kedua besok. Berkaca pada sejarah, kubu Real percaya, meski kecil peluang itu tetap ada.
Pada 1975, Real kalah 0-4 dari Las Palmas di semifinal pertama tapi menang 5-0 dalam laga balasan. Real kemudian maju ke final dan mengamankan gelar juara Copa del Rey.
Di musim 1959-1960. Ketika itu Real dikalahkan Athletic Bilbao 0-3 dalam semifinal pertama. Kekalahan itu semakin membakar api balas dendam Real yang menghancurkan Bilbao 8-0 di pertemuan kedua.
Hasil paling spektakuler terjadi pada 1943. Real kalah 0-3 dari Barcelona pada babak 16 besar. Leg kedua berubah menjadi ajang pembantaian ketika Real menyingkirkan Barcelona dengan skor telak 11-1.
“Kami tidak layak mengenakan kostum ini jika tidak percaya bisa membalik keadaan. Kuncinya ada pada 20 menit pertama. Kami harus mencetak setidaknya dua gol di awal pertandingan untuk membuat mereka gugup,” kata gelandang Real, Guti.
Usai kekalahan memalukan itu, Real mendapatkan kembali harga dirinya dengan menekuk Bilbao 2-0 di kompetisi Liga Spanyol. Kemenangan kelima berturut-turut ini membuat Real kembali masuk dalam perburuan gelar juara La Liga karena dini hari tadi, pemuncak klasemen, Barcelona, kalah dari Valencia.
Kubu Zaragoza memilih sikap hati-hati kendati memiliki tabungan lima gol atas Real. “Pertandingan belum berakhir dan segalanya masih mungkin terjadi. Kami optimistis, tapi tidak bisa bersantai karena tugas belum berakhir,” kata pelatih Zaragoza, Victor Munoz.
Semifinal lainnya mempertemukan Espanyol dan Deportivo la Coruna. Pertemuan pertama dimenangi Espanyol 2-1. Duel kedua belum ditentukan karena Espanyol dan Deportivo masih kesulitan mencari waktu kosong dalam kalender kompetsi yang padat. (ap/loe)

Copyright © Sinar Harapan 2003

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: